Momentum tersebut dirayakan melalui gala dinner bertema “Tumbuh Tangguh, Maju Bersama” di Saoraja Ballroom Wisma Kalla, Makassar, Sabtu, 16 Mei 2026. Kegiatan itu menjadi puncak rangkaian peringatan hari jadi ke-40 MRM yang secara resmi jatuh pada 28 April 2026.
Puncak perayaan dihadiri pendiri MRM Halim Kalla, jajaran direksi dan manajemen, karyawan, perwakilan Astra Daihatsu, manajemen Kalla Group, mitra perusahaan dari sektor pembiayaan dan asuransi, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Direktur Utama PT Makassar Raya Motor, Wira Rifqi Halim Kalla, mengatakan usia 40 tahun menunjukkan kematangan perusahaan dalam menghadapi berbagai fase dan tantangan bisnis. Namun, perjalanan tersebut juga menjadi pengingat bahwa masih banyak potensi yang harus dikembangkan, khususnya di kawasan Indonesia Timur.
Industri otomotif nasional saat itu masih menghadapi tekanan akibat fluktuasi nilai tukar, perubahan daya beli masyarakat, serta ketidakpastian rantai pasok. Nilai tukar rupiah pada pertengahan Mei 2026 berada di kisaran Rp17.600 per dolar AS sehingga memberikan tekanan tambahan terhadap kegiatan usaha yang berkaitan dengan impor dan komponen kendaraan.
Di sisi lain, perekonomian Indonesia tetap memperlihatkan pertumbuhan tahunan. Badan Pusat Statistik mencatat ekonomi Indonesia tumbuh 5,61% secara tahunan pada triwulan I 2026. Meski demikian, secara kuartalan ekonomi terkontraksi 0,77% dibandingkan triwulan IV 2025. Kondisi tersebut menggambarkan adanya peluang pertumbuhan, tetapi tetap disertai tekanan terhadap konsumsi dan daya beli masyarakat.
Di tengah situasi tersebut, MRM mencatat rata-rata penjualan sekitar 450 unit kendaraan per bulan. Menurut manajemen, capaian itu menunjukkan bahwa kebutuhan kendaraan untuk mobilitas keluarga maupun aktivitas usaha di Sulawesi masih memiliki ruang pertumbuhan yang besar.
Marketing and Customer Relation Division Head PT Astra International Daihatsu Sales Operation, Tri Mulyono, memberikan apresiasi terhadap kontribusi MRM dalam memperluas pelayanan Daihatsu di Indonesia Timur.
Berdasarkan data regional yang disampaikan Tri, pasar otomotif Indonesia Timur mengalami penurunan sekitar 5% selama Januari–Maret 2026. Pada periode yang sama, penjualan Daihatsu di kawasan tersebut mengalami penurunan sekitar 1%. Kondisi itu membuat pangsa pasar regional Daihatsu disebut meningkat dari 27,5% menjadi 28,7%.
Jaringan MRM saat ini menjangkau Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara. Situs resmi perusahaan mencantumkan 10 cabang yang berlokasi di Parepare, Bone, Palopo, Bulukumba, Palu, Morowali, Luwuk, Kendari, Kolaka, dan Baubau. Dari jaringan tersebut, tujuh outlet disebut memiliki klasifikasi sebagai authorized dealer Daihatsu.
Direktur Marketing PT Makassar Raya Motor, Evan Putra, menegaskan bahwa perusahaan akan terus memperkuat citra merek, meningkatkan kualitas pelayanan, serta memperluas jangkauan pasar. MRM juga menargetkan perannya tidak berhenti sebagai perusahaan penjualan kendaraan, tetapi menjadi salah satu penggerak aktivitas ekonomi di Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.
Untuk mewujudkan target tersebut, perusahaan dituntut terus mengikuti perkembangan teknologi, perubahan perilaku pelanggan, dan transformasi industri otomotif. Semangat kerja keras, kerja ikhlas, serta kemampuan memaksimalkan potensi daerah menjadi landasan MRM menghadapi fase pertumbuhan berikutnya.
Perayaan empat dekade MRM tidak hanya dikemas dalam kegiatan seremonial. Sejumlah kegiatan sosial dan olahraga juga dilaksanakan, mulai dari donor darah, pemeriksaan kesehatan, pembagian tempat sampah, fun bike, hingga kompetisi tenis dan padel. Rangkaian tersebut menjadi bentuk apresiasi kepada karyawan, pelanggan, mitra, dan masyarakat yang telah menjadi bagian dari perjalanan perusahaan.
Memasuki dekade kelima, MRM membawa misi yang semakin besar: memperkuat pelayanan, menjaga kepercayaan pelanggan, beradaptasi terhadap perkembangan zaman, dan menghadirkan kontribusi yang lebih luas bagi industri otomotif serta perekonomian Indonesia Timur.
Empat puluh tahun perjalanan telah membentuk fondasi yang kuat. Kini, tantangan MRM adalah mengubah fondasi tersebut menjadi pertumbuhan yang berkelanjutan—tetap tangguh menghadapi perubahan dan terus maju bersama masyarakat Indonesia Timur.